Analis Siber Purwakarta - Admin. Security Operations Center (SOC) merupakan fungsi atau fasilitas yang didedikasikan untuk memusatkan aktivitas monitoring, detection, analysis, dan response terhadap ancaman keamanan siber di dalam suatu organisasi. SOC umumnya dioperasikan oleh tim yang memiliki kompetensi di bidang keamanan informasi dan bertanggung jawab untuk memantau aktivitas pada jaringan, endpoint, server, aplikasi, serta berbagai sumber daya digital lainnya.
Salah satu peran utama SOC adalah mengidentifikasi aktivitas yang tidak normal atau mencurigakan sedini mungkin. Aktivitas tersebut dapat berupa percobaan unauthorized access, penyebaran malware, eksploitasi kerentanan, aktivitas akun yang tidak wajar, maupun indikasi serangan lainnya. Dengan melakukan pemantauan secara berkelanjutan, SOC dapat membantu organisasi mendeteksi potensi ancaman sebelum berkembang menjadi insiden yang memberikan dampak lebih besar terhadap operasional maupun aset perusahaan.
Tiga Pilar SOC
Dalam menjalankan operasinya, Security Operations Center (SOC) tidak hanya bergantung pada teknologi keamanan. Keberhasilan SOC dalam mendeteksi, menganalisis, dan merespons ancaman siber juga dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan proses kerja yang diterapkan.
Secara umum, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fondasi operasional SOC, yaitu People, Process, dan Technology. Ketiga pilar ini saling berkaitan dan tidak dapat berdiri sendiri. Kombinasi yang tepat antara manusia, proses, dan teknologi akan membantu SOC menjalankan fungsi keamanan secara lebih efektif dan optimal.
Ketiga pilar tersebut pada dasarnya saling bergantung. People membutuhkan Technology untuk membantu menjalankan tugas, sementara technology membutuhkan people untuk melakukan analisis dan mengambil keputusan. Keduanya kemudian harus didukung oleh Process yang jelas agar seluruh aktivitas dapat berjalan secara konsisten.
People
People atau sumber daya manusia merupakan salah satu komponen terpenting dalam SOC. Teknologi yang canggih memerlukan tenaga ahli yang mampu mengoperasikan, memantau, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dihasilkan oleh sistem keamanan.
Di dalam SOC, terdapat berbagai peran dengan tanggung jawab yang berbeda, seperti SOC Analyst, Incident Responder, Threat Hunter, hingga Security Engineer. Setiap peran memiliki kontribusi dalam menjaga lingkungan organisasi.
Process
Pilar kedua adalah Process, yaitu prosedur dan alur kerja yang digunakan untuk menjalankan aktivitas keamanan di dalam SOC. Proses yang terstruktur membantu tim SOC bekerja secara konsisten ketika menghadapi berbagai jenis ancaman. Proses tersebu dapat mencakup monitoring, alert triage, incident response, escalation, threat hunting, hingga pembuatan laporan keamanan.
Technology
Pilar ketiga adalah Technology, teknologi berperan dalam membantu SOC melakukan monitoring, mendeteksi ancaman, mengumpulkan data, serta mendukung proses investigasi hingga respons terhadap insiden. Beberapa contoh teknologi yang umum digunakan dalam lingkungan SOC anatara lain Security Information and Event Management (SIEM), dan Endpoint Detection and Response (EDR).
Teknologi memungkinkan SOC mengumpulkan dan menganalisis data dalam jumlah besar dari berbagai sumber. Dengan demikian, tim SOC dapat memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap aktivitas yang terjadi di lingkungan organisasi.